Friday, July 15, 2016

Sekilas Tentang Jawa Timur | Wilayah, Penduduk, dan Alamnya

Sekilas Tentang Provinsi Jawa Timur. Tentang Sejarah, Wilayah, Penduduk, dan Keadaan Alamnya


Jawa Timur (bahasa Jawa: Jåwå Wétan) merupakan sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia.  Ibu kotanya adalah Surabaya. Luas wilayahnya mencapai 47.922 km², dengan jumlah penduduknya 37.476.757 jiwa (2010).  Jawa Timur menjadi wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia, di bawah Jawa Barat. Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Selat Bali di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di bagian barat. Wilayah Jawa Timur meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean juga beberapa pulau-pulau kecil di Laut Jawa (Kepulauan Masalembu), serta Samudera Hindia (Pulau Sempu, dan Nusa Barung).

Jawa Timur dikenal menjadi pusat Kawasan Timur Indonesia, memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto nasional.


Sejarah
Prasejarah
Jawa Timur telah dihuni manusia sejak dahulu kala, bahkan zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sisa fosil Pithecanthropus Mojokertensis di Kepuhlagen, Kabupaten Mojokerto; Pithecanthropus erectus di wilayah  Trinil, Ngawi; dan Homo Wajakensis di Desa Wajak, Tulungagung.

Era klasik
Prasasti Dinoyo yang ditemukan di dekat Malang adalah sumber tertulis tertua di Provinsi Jawa Timur, yakni tahun 760. Pada tahun 929, Mpu Sindok, penguasa pada saat itu memindahkan pusat Kerajaan Mataram  awalnya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur,  kemudian mendirikan Wangsa Isyana yang kelak kemudian hari  berkembang menjadi Kerajaan Medang,  sekligus sebagai suksesornya adalah Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Janggala, dan Kerajaan Kadiri. Pada masa Kerajaan Singasari, Sang Raja Kertanagara melakukan ekspansi sampai ke Melayu. Pada masa Kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk, wilayahnya mencapai Malaka, dan Kepulauan Filipina.

Bukti awal masuknya Islam ke Jawa Timur adalah adanya nisan makam di Gresik bertahun 1102 yang berhuruf Arab, serta sejumlah makam Islam pada kompleks makam penguasa Majapahit.

Selain itu, juga ditemukan candi Jedong di Daerah Wagir, Malang, Jawa Timur yang diyakini lebih tua dari pada Prasasti Dinoyo, yakni sekitar abad ke-6 Masehi.

Kolonialisme
Bangsa Portugis adalah bangsa eropa yang pertama kali datang di Jawa Timur. Kapal Belanda yang dikomandani Cornelis de Houtman mendarat di Madura pada tahun 1596. Surabaya jatuh ke tangan VOC tepat pada tanggal 13 Mei 1677. Ketika masa pemerintahan Stamford Raffles, Jawa Timur untuk pertama kalinya dibagi atas karesidenan, yang berlaku hingga tahun 1964.

Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, Indonesia terbagi  8 Provinsi, dan termasuk salah satu provinsi tersebut. Gubernur pertama Jawa Timur adalah R. Soerjo (Baca Suryo), yang juga dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia..

Pada tanggal 20 Februari 1948  dibentuk Negara Madura, dan pada 26 November 1948 dibentuk Negara Jawa Timur, yang menjadi salah satu negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat(RIS). Negara Jawa Timur dibubarkan untuk bergabung ke dalam Republik Indonesia pada 25 Februari 1950, dan pada 7 Maret 1950 Negara Madura memberikan pernyataan yang sama. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 1950, dibentuklah Provinsi Jawa Timur.

Geografi
Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di bagian utara, Selat Bali di bagian timur, Samudera Hindia di bagian selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di bagian barat. Panjang bentangan barat-timur kurang lebihnya mencapai 400 km. Lebar bentangan dari utara-selatan di bagian barat mencapai 200 km, namun di bagian timur Jawa Timur lebih sempit ‘hanya’ sekitar 60 km. Madura adalah pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur, dipisahkan oleh Selat Madura. Pulau Bawean terletak sekitar 150 km sebelah utara Jawa. Di sebelah timur Pulau Madura terdapat gugusan pulau-pulau, yang paling timur adalah Kangean, serta yang paling utara adalah Masalembu. Di bagian selatan (samudera Hindia) terdapat dua pulau kecil yakni Pulau Nusa Barung (Nusa Barong), dan Pulau Sempu.

Relief
Secara fisiografis, wilayah Jawa Timur dapat dikelompokkan dalam tiga zona: yakni zona selatan (plato), zona tengah (gunung berapi), serta zona utara (lipatan). Dataran rendah, dan dataran tinggi ada pada bagian tengah (dari Ngawi, Blitar, Malang, hingga  Kabupaten Bondowoso) memiliki tanah yang subur. Pada bagian utara (dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Gresik, hingga Pulau Madura) terdapat Pegunungan Kapur Utara, dan Pegunungan Kendeng yang relatif tandus.

Pada bagian tengah Jawa Timur terbentang rangkaian pegunungan berapi: Di barat, perbatasan dengan Jawa Tengah terdapat Gunung Lawu (tinggi: 3.265 meter). Di sebelah Tenggara Wilayah Madiun tedapat Gunung Wilis (tinggi 2.169 meter), dan Gunung Liman (tinggi 2.563 meter). Pada koridor tengah Jawa Timur  terdapat kelompok Pegunungan Anjasmoro dengan puncak-puncaknya Gunung Arjuno (tinggi 3.339 meter), Gunung Welirang (tinggi 3.156 meter), Gunung Anjasmoro (tinggi 2.277 meter), Gunung Kawi (tinggi 2.551 meter), dan Gunung Kelud (tinggi 1.731 meter); pegunungan tersebut terletak di beberapa kabupaten yaitu: sebagian Kabupaten Kediri, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kabupaten Pasuruan, Kab. Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Kelompok Pegunungan Tengger memiliki puncak Gunung Bromo (tinggi 2.329 meter), dan Gunung Semeru (tinggi 3.676 meter). Semeru, puncaknya  disebut Mahameru adalah gunung tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Di daerah Tapal Kuda (bagian timur Jawa Timur) terdapat dua kelompok pegunungan: yaitu Pegunungan Iyang dengan puncaknya Gunung Argopuro (tinggi 3.088 meter), dan Pegunungan Ijen dengan puncaknya Gunung Raung (tinggi 3.344 meter).


Hidrografi
Dua sungai terpenting adalah Sungai Brantas (panjang 290 km), dan Bengawan Solo (548 km). Sungai Brantas bermata air di lereng Gunung Arjuno di daerah Batu, dan mengalir melalui sebagian daerah di Jawa Timur, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, serta Mojokerto. Di Mojokerto, Sungai Brantas bercabang menjadi dua: Kali Mas, dan Kali Porong; keduanya bermuara di Selat Madura. Bengawan Solo memiliki mata air di Gunung Lawu, perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan mengalir melalui sebagian Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur, yang bermuara di wilayah Gresik. Keduanya, Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo dikelola Perum Jasa Tirta I.

Di lereng G. Lawu di dekat perbatasan dengan Jawa Tengah ada Telaga Sarangan, merupakan sebuah danau alami. Bendungan utama yang ada di Jawa Timur antara lain Waduk Ir. Sutami, dan Bendungan Selorejo, yang dimanfaatkan untuk irigasi, pemeliharaan ikan, dan pariwisata.

Iklim
Jawa Timur memiliki iklim tropis basah Sama dengan wilayah lain Indonesia, Tetapi dibandingkan dengan wilayah Pulau Jawa lain, pada umumnya memiliki curah hujan yang lebih sedikit. Curah hujan rata-rata  antara 1.900 mm per tahun, dengan musim hujan selama kurang lebih 100 hari. Suhu rata-rata berkisar 21-34 °C. Suhu di pegunungan lebih rendah, dan bahkan di Ranu Pane (lereng Gunung Semeru), suhu bisa menembus minus 4 °C, yang menyebabkan munculnya salju lembut.

Demografi
Jumlah penduduk Jawa Timur pada sesuai sensus tahun 2010 adalah 37.476.757 jiwa, kepadatan nya adalah 784 jiwa/km2. Kabupaten dengan penduduk terbanyak adalah Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk mencapai 2.446.218 jiwa, sedang kota berpenduduk terbanyak adalah Surabaya mencapai  2.765.487. Laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur adalah 0,76% per tahun (2010)

Suku bangsa
Mayoritas penduduk Provinsi Jawa Timur adalah Suku Jawa, namun  etnisitas di Provinsi Jawa Timur lebih heterogen. Keberadaan Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah di Jawa Timur daratan. Suku Madura mendiami Pulau Madura, dan daerah Tapal Kuda (di lima kabupaten Jawa Timur bagian timur), terutama di daerah pesisir utara berseberangan dengan pulau madura, dan pesisir selatan. Di beberapa wilayah Tapal Kuda, Suku Madura bahkan merupakan penduduk mayoritas. Hampir di seluruh kota di Provinsi Jawa Timur terdapat Suku Madura.

Suku Bawean merupakan penduduk asli Pulau Bawean. Pulau ini ada  di bagian utara Kabupaten Gresik. Suku Tengger, konon dalam sejarah asal-usulnya merupakan keturunan pelarian Kerajaan Majapahit, tersebar di sekitar Pegunungan Tengger. Suku Osing ada di sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi. Orang Samin tinggal di pedalaman Kabupaten Bojonegoro.


Selain penduduk asli di atas, Jawa Timur juga menjadi tempat tinggal bagi para pendatang. Orang Tionghoa merupakan minoritas yang cukup signifikan, dan menjadi mayoritas di beberapa tempat, diikuti dengan bangsa Arab; mereka umumnya tinggal di daerah perkotaan. Suku Bali juga ada di sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi. Akhir-akhir ini banyak ekspatriat tinggal di Provinsi Jawa Timur, terutama di Kota Surabaya, dan sejumlah kawasan industri lain di sekitarnya.

No comments:

Post a Comment